Warga Kampung Babakan Cidahu, Desa Cidahu, Kecamatan Pagaden Barat, Subang, Jawa Barat, panik saat sumur gas milik Pertamina EP meledak hebat pada Selasa (5/8/2025) pagi. Ledakan besar disertai kobaran api tinggi membuat mereka berlarian keluar rumah menyelamatkan diri.
Menurut salah seorang warga,Korwara ledakan terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Ia sempat mengira terjadi kecelakaan pesawat karena suara gemuruh begitu keras.
“Kami sempat mengira ada pesawat jatuh,” ujarnya.
Sementara Gilang Aldiansyah, warga lainnya mengatakan, sebelum insiden terjadi, sempat terlihat semburan gas dari lokasi pengeboran. Tak lama berselang, suara gemuruh keras terdengar, disusul ledakan besar dan kobaran api yang membubung ke langit.
“Ada suara ledakan, kelihatan cairan menyembur, saya kira biasa. Tahunya ada ledakan sama api. Semua warga pada keluar menyelamatkan diri, takut ada apa-apa. Ini baru pertama,” ujarnya.
Suasana mencekam terjadi selama beberapa menit setelah ledakan. Warga panik keluar dari rumah menyelamatkan diri karena kejadian ini baru pertama mereka alami.
Belum ada laporan terkait korban jiwa. Sementara pihak Pertamina belum memberikan keterangan terkait insiden tersebut.
Menbud Fadli Zon mendukung pameran lukisan karya Henk Ngantung yang akan dihelat pada 16 Agustus mendatang.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon melakukan pertemuan strategis dengan Geni Ngantung, putri dari Henk Ngantung, Gubernur DKI Jakarta periode 1964–1965 sekaligus pelukis legendaris. Pertemuan diselenggarakan dalam rangka membahas rencana eksibisi lukisan guna menyemarakkan ulang tahun Republik Indonesia ke-80 tahun.
Dalam kesempatan tersebut, Menbud Fadli mendukung penuh rencana pameran lukisan karya Henk Ngantung yang akan dihelat pada 16 Agustus mendatang di Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Lebih lanjut Menbud Fadli mengusulkan untuk menampilkan lukisan legendaris karya Henk Ngantung bertajuk Memanah, yang menjadi saksi bisu proklamasi Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 silam.
Menurutnya, lukisan Memanah merupakan karya yang dapat ‘menghidupkan’ kembali peristiwa proklamasi sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung museum. “Lukisan Memanah itu dulu dibeli oleh Bung Karno tahun 1944 dan menjadi saksi bisu proklamasi,” ujar Menbud Fadli.
Selain lukisan Memanah, Menbud Fadli juga memberikan masukan untuk menampilkan foto-foto karya Alex dan Frans Mendur. Foto-foto tersebut merupakan foto yang menangkap detik-detik proklamasi.
Hal ini juga merupakan bentuk apresiasi terhadap karya Alex dan Frans Mendur yang berhasil mengabadikan peristiwa sejarah Indonesia lewat foto-fotonya. “Foto Frans dan Alex Mendur adalah saksi dari proklamasi. Jadi, mereka harus di-acknowledge juga,” ucap Menbud Fadli.
Menbud Fadli turut mendorong penggunaan teknologi mutakhir untuk memberikan warna terhadap foto-foto dokumentasi dari peristiwa proklamasi. Menurutnya, pemberian warna terhadap foto hitam-putih merupakan upaya untuk ‘menghidupkan’ kisah proklamasi sehingga pengunjung bisa merasakan langsung atmosfer dari peristiwa bersejarah tersebut.
Guna memperkaya narasi dan memberikan gambaran langsung kepada pengunjung pameran, Menbud Fadli menegaskan pentingnya penggunaan referensi dari buku referensi, khususnya memoar dari para tokoh nasional yang terlibat langsung pada peristiwa proklamasi. Menurut Menbud, perspektif Indonesia penting untuk dipublikasikan guna memberikan pengetahuan terhadap peristiwa proklamasi Indonesia.
Prabowo Juga Beri Amnesti ke Gus Nur yang Tuding Ijazah Jokowi Palsu/Antara
Presiden Prabowo Subianto juga memberikan amnesti terhadap Sugi Nur Raharja alias Gus Nur, terpidana kasus Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Nama Gus Nur termasuk dari 1.178 narapidana yang mendapatkan amnesti berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 17 tahun 2025 tentang Pemberian Amnesti.
Gus Nur terseret kasus ini berkaitan dengan konten YouTubenya yang mempertanyakan keasliaann ijazah Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Saat itu Gus Nur membuat konten dengan mengundang narasumber bernama Bamba Tri Mulyono.
Gus Nur pada Desember 2022 menjalani sidang perdananya dan didakwa atas ujaran kebencian yang menyebabkan keonaran.
Pengadilan Negeri tingkat pertama sempat menghukum Gus Nur 6 tahun penjara sebelum akhirnya hukumannya dipotong menjadi 4 tahun penjara di tingkat banding. Gus Nur sempat mengajukan kasasi namun ditolak oleh Mahkamah Agung.
Sebelumnya, Menteri Hukum (Menkum), Supratman Andi Agtas mengungkap perkembangan program menyebut Kemenkum.
Presiden Prabowo terima Medali Kehormatan dari Komando Operasi Khusus AS
Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan Komandan Komando Operasi Khusus Amerika Serikat, Jenderal Bryan Fenton di Istana Merdeka, Jakarta. Prabowo turut menerima medali kehormatan U.S. Special Operations Command (USSOCOM).
Dilansir dari Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, pertemuan itu digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (4/8/2025). Pertemuan Prabowo bersama Jenderal Fenton menjadi bagian dari penguatan hubungan Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya di bidang pertahanan.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Presiden, Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Pertemuan Presiden dan Jenderal Fenton berlangsung dalam suasana penuh kehangatan.
Jenderal Fenton menyerahkan medali kehormatan U.S. Special Operations Command (USSOCOM) kepada Presiden Prabowo. Penghargaan ini diserahkan atas peran Presiden Prabowo dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara dalam bidang pertahanan.
Jenderal Fenton menyampaikan melalui kepemimpinan Presiden Prabowo yang visioner, hubungan bilateral kedua negara meningkat. Tak hanya itu, Jenderal Fenton juga berbicara mengenai penguatan perjuangan global melawan ancaman yang muncul, sekaligus mendorong stabilitas dan perdamaian di kawasan.
“Dedikasi, kepemimpinan, dan komitmen teguh Presiden Prabowo Subianto yang luar biasa telah menghasilkan kemitraan yang tak ternilai dengan Pasukan Operasi Khusus dan mencerminkan penghargaan yang besar kepadanya, Republik Indonesia, Pasukan Operasi Khusus di seluruh dunia, dan Komando Operasi Khusus Amerika Serikat,” kata Jenderal Fenton.
Ledakan hebat terjadi di sumur gas milik Pertamina EP di Kampung Babakan Cidahu, Desa Cidahu, Kecamatan Pagaden Barat, Subang, Jawa Barat, Selasa (5/8/2025) pagi. Ledakan disertai kobaran api besar sempat membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah.
Sebelum ledakan terjadi sempat terlihat semburan gas dari sumur pengeboran. Tak lama kemudian terdengar suara gemuruh keras diikuti dengan ledakan besar dan api yang membubung tinggi ke udara.
“Ada suara ledakan, kelihatan cairan menyembur, saya kira biasa. Tahunya ada ledakan sama api. Semua warga pada keluar menyelamatkan diri, takut ada apa-apa. Ini baru pertama,” ujar warga sekitar, Gilang Aldiansyah.
Senada diungkapkan warga lainnya, Korwara, ledakan terdengar sekitar pukul 04.30 WIB. Bahkan, suara gemuruh terdengar besar yang diikuti dengan suara ledakan.
“Kami sempat mengira ada pesawat jatuh,” katanya.
Belum ada informasi resmi terkait adanya korban jiwa. Sementara pihak Pertamina juga belum
Hal itu diutarakan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto saat ditemui di Hotel Shangri-La Jakarta, Senin (4/8/2025).
“Kalau memang perlu ya kita cabut juga, gak apa-apa, kalau ada permintaan kita cabut, kita cabut, gak ada masalah,” kata Agus.
Kendati demikian, terhadap pencabutan paspor milik Jurist Tan belum ada permintaan dari Kejaksaan Agung (Kejagung) selaku APH yang menangani.
Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan negara yang diduga menjadi lokasi keberadaan para tersangka. Namun, Agus menyatakan hanya bisa menunggu.
“Iya kan yurisdiksi negara beda, kita sudah minta bantuan, tapi kan kita tunggu follow up dari mereka. Kita kan gak bisa memaksakan juridiksi negaranya masing-masing,” pungkasnya.
Filipina yang berasal Grup A berhak atas predikat peringkat kedua terbaik babak penyisihan grup ASEAN U-23 2025 setelah mengumpulkan tiga poin dari dua pertandingan, demikian catatan AFF.
Kemenangan atas Malaysia pada pertandingan pertama Grup A mengantarkan Filipina melaju ke semifinal Kejuaraan ASEAN U-23 2025 meski hasil sempurna atas Brunei Darussalam pada laga terakhir tidak dihitung.
Sementara itu, Myanmar gagal menjadi peringkat kedua terbaik meski bermain imbang 0-0 menghadapi Thailand pada pertandingan terakhir Grup C.
Selanjutnya di posisi ketiga peringkat kedua terbaik diisi oleh Kamboja dengan satu poin dari tiga pertandingan setelah di laga terakhir Grup B mereka takluk 1-2 dari Vietnam, Selasa. Sebelum ditaklukkan Vietnam, Kamboja bermain imbang menghadapi Laos di laga pertama.
Hal tersebut dilakukan agar seluruh tenaga medis yang bertugas di rumah sakit tersebut mempunyai kemampuan untuk bertahan jika terjadi serangan dari kelompok separatis tertentu.
“Kalau dari Kementerian Pertahanan tenaga medis, tenaga kesehatannya lebih ada faktor pertahanan dan kalau toh pun terjadi sesuatu, mereka bisa menjaga diri,” kata Budi Gunadi Sadikin di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Selasa.
Selain karena mempunyai dasar pertahanan sebagai anggota TNI, Budi Gunadi menilai dokter-dokter dari kalangan Kementerian Pertahanan dan TNI memiliki kualitas yang baik untuk melayani masyarakat.
Budi Gunadi menjelaskan, Kemenkes telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kemenhan dalam rangka kerja sama pembangunan 14 rumah sakit tersebut.
Dalam kerja sama itu, Kemenhan akan membantu seluruh proses pembangunan dari mulai pembangunan konstruksi, pengamanan wilayah rumah sakit hingga pengiriman tenaga medis.
Namun demikian, Budi Gunadi memastikan tidak semua tenaga medis yang bertugas dari rumah sakit berasal dari kalangan TNI dan Kementerian Pertahanan.
“Ada ekspektasi dari masyarakat, dari tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh politik di sana harus ada yang namanya Orang Asli Papua atau OAP yang terlibat. Jadi nanti akan dikombinasikan untuk bertugas di rumah sakit,” jelas Budi Gunadi.
Budi memastikan seluruh proses pembangunan rumah sakit akan berjalan pada 2026 mendatang.
Di saat yang sama, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengaku telah menyiapkan dokter-dokter berkualitas lulusan Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan untuk bertugas di 14 rumah sakit itu.
“Kita punya fakultas kedokteran dan setiap tahun kita memiliki lulusan fakultas kedokteran yang nantinya dia menjadi dokter di PMI dan itu akan kita kontribusikan untuk mendukung rumah sakit di daerah,” kata Sjafrie.
“Saya kira sudah waktunya Indonesia kembali menjadi pemimpin. Karena dulu saya ingat, waktu saya menjadi jubir (juru bicara) Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dulu, kita pernah menjadi pemimpin juga,” kata Dino dalam jumpa pers Indonesia Net-Zero Summit di Jakarta, Selasa.
Dia menyoroti kenaikan suhu dunia yang disebutnya sudah mencapai ambang batas 1,5 Celcius pada 2024.
Padahal, menurut Perjanjian Paris, dunia berkewajiban menahan peningkatan suhu rata-rata global jauh di bawah 2 derajat dan membatasi peningkatan suhu hingga 1,5 derajat, katanya.
Di sisi lain, kata Dino, dunia sedang menghadapi kehancuran yang sangat hebat. Negara-negara yang semula bersatu dalam Perjanjian Paris dan sepakat untuk memobilisasi dana 100 miliar dolar AS per tahun (sekitar Rp1.631 triliun), tidak lagi menjadikan isu iklim sebagai prioritas.
“Perang di mana-mana, uang tersedot untuk perubahan iklim, uang pembangunan juga tersedot ke sana, dana development assistance dari berbagai negara, Inggris, Australia, Jepang, itu menurun semua. Dan kita kehilangan fokus. Dan sekarang ‘perang bersama’ untuk mencapai (suhu) dunia 1,5 (Celcius) itu semakin hanyut,” kata dia.
Dino menilai, kini harapan terkait diplomasi iklim global tertumpu pada Indonesia yang terkenal dengan negara adikuasa lingkungan dan menjadi salah satu negara dengan tutupan hutan terbanyak di dunia.
Menurut mantan Duta Besar RI untuk AS itu, dulu pernah ada perundingan mengenai agenda iklim di antara negara-negara maju dan berkembang, tetapi perundingan itu tersendat karena negara berkembang menginginkan timbal balik dari negara maju jika terlibat dalam target iklim.
Sementara itu, negara maju juga tidak mau memberikan sesuatu jika tidak ada target pasti dari negara berkembang.
Kemudian, kata Dino, Presiden SBY memutuskan untuk mengejar target iklim sendiri, yakni 26 persen pengurangan emisi gas rumah kaca dengan usaha sendiri atau penurunan sebanyak 41 persen jika didukung bantuan internasional — sebuah langkah yang kemudian diikuti oleh negara-negara berkembang lainnya.