KPK Geledah Kantor Pajak di Jakut, Sita Valas hingga Rekaman CCTV

KPK Geledah Kantor Pajak di Jakut, Sita Valas hingga Rekaman CCTV

KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita rekaman CCTV hingga valuta asing (valas) atau mata uang asing. Sitaan itu hasil dari penggeledahan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara (Jakut) pada Senin 12 Januari 2026.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga terkait dengan perkara yang dimaksud.

Penyidik juga mengamankan dan menyita barang bukti elektronik berupa rekaman CCTV, alat komunikasi, laptop, serta media penyimpanan data terkait perkara yang juga disita dalam penggeledahan tersebut,” kata Budi, Selasa (13/1/2026).

“Selain itu, barang bukti uang tunai dengan mata uang asing (valas) juga diamankan dan disita penyidik dalam penggeledahan kali ini,” sambungnya.

Budi menjelaskan, penggeledahan berlangsung sejak pukul 11.00 sampai dengan 22.00 WIB. Dari kegiatan ini, penyidik juga menyita dokumen pajak salah satu perusahaan.

OTT Pegawai Pajak Jakut, KPK: Total Sitaan Uang-Logam Mulia Rp6 Miliar

OTT Pegawai Pajak Jakut, KPK: Total Sitaan Uang-Logam Mulia Rp6 Miliar

Jubir KPK Budi Prasetyo

 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT), di antaranya menangkap pegawai Kantor Pajak Jakarta Utara (Jakut). Operasi senyap ini dilakukan pada Jumat 9 Januari 2026 malam.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan dalam OTT ini pihaknya turut menyita sejumlah barang bukti, seperti uang tunai dalam bentuk rupiah dan valuta asing (valas). Ia mengungkapkan, nilai barang bukti yang disita mencapai miliaran rupiah

“Barang bukti yang diamankan dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini dalam bentuk uang, baik rupiah maupun mata uang asing, dan juga logam mulia. Ya, nilainya mencapai sekitar Rp6 miliar,” kata Budi, Sabtu (10/1/2026).

Diketahui, dalam OTT ini KPK menangkap delapan orang yang terdiri dari empat pegawai kantor pajak dan empat pihak swasta.

“Saat ini, para pihak yang diamankan masih terus dilakukan pemeriksaan secara intensif pada tahap penyelidikan,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengungkapkan operasi senyap ini terkait suap pengurangan nilai pajak. “Suap terkait pengurangan nilai pajak,” kata Fitroh, Sabtu.

Dapat Penghargaan dari Presiden Prabowo, Ini Kata Ketum GP Ansor

Dapat Penghargaan dari Presiden Prabowo, Ini Kata Ketum GP Ansor

Presiden Prabowo beri penghargaan ke Ketum GP Ansor Addin Jauharudin (Foto: Ist/Arie Dwi Satrio)

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan kepada Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat GP Ansor, Addin Jauharudin, terkait panen raya dan swasembada pangan. Addin dinilai telah berdedikasi dan berkontribusi melalui GP Ansor dalam meningkatkan swasembada pangan nasional 2025.

Penghargaan dari Presiden Prabowo tersebut diterima langsung oleh Addin saat kegiatan panen raya dan pengumuman swasembada pangan di halaman Kantor Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu 7 Januari 2026. 

Addin menjelaskan penghargaan tersebut sejatinya bukan ditujukan secara personal, melainkan untuk GP Ansor sebagai lembaga. Menurutnya, gerakan ini mampu mendorong keterlibatan anak muda di daerah agar aktif berperan dalam pembangunan ekonomi berbasis pangan.

“Secara garis besar, ide ini dicetuskan pada Hari Lahir Ansor ke-91 di Banyumas dan secara solid digerakkan melalui 100.000 Banser Patriot Ketahanan Pangan. Sebagai bagian dari masyarakat yang tumbuh di desa-desa, sawah adalah halaman kader,” kata Addin melalui keterangan resminya, Kamis (8/1/2026).

“Melalui gerakan ini, kami melihat keterlibatan anak muda dalam bidang pangan untuk membantu pembangunan ekonomi daerah kian meningkat,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keterlibatan kader di sektor pangan juga memberikan dampak ekonomi, baik bagi kesejahteraan kader maupun dalam menciptakan lapangan pekerjaan di desa.

“Hampir di daerah-daerah memiliki struktur Patriot Ketahanan Pangan. Selain beras atau padi, mereka bergerak di bidang pangan sesuai varietas lokal masing-masing. Sekarang juga melebarkan sayap ke sektor peternakan ayam broiler, seperti yang dilakukan di Subang kemarin. Upaya ini kami orientasikan untuk menciptakan lapangan pekerjaan,” lanjutnya.

Kepala BGN Lapor Ada 15 Kasus MBG di Desember, Begini Respons Prabowo

Kepala BGN Lapor Ada 15 Kasus MBG di Desember, Begini Respons Prabowo

Presiden Prabowo Subianto

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana melaporkan perkembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto, dalam kegiatan Retret Kabinet Merah Putih Jilid II yang digelar di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa 6 Januari 2026.

Salah satu hal yang dilaporkan berkaitan dengan kendala teknis serta temuan kasus yang terjadi pada Desember 2025. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di sela-sela pelaksanaan retret.

“Menurut catatan dari Kepala BGN, pada bulan Desember masih terdapat kurang lebih 15 kejadian,” kata Mensesneg.

Dalam arahannya, Prabowo meminta BGN untuk meningkatkan disiplin prosedur agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada tahun 2026.

“Bapak Presiden meminta semaksimal mungkin agar tidak lagi terjadi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Telepon Trump, Wali Kota New York Mamdani Kecam Serangan ke Venezuela

Telepon Trump, Wali Kota New York Mamdani Kecam Serangan ke Venezuela

Wali Kota New York Zohran Mamdani (Foto: AP)

 Wali Kota New York Zohran Mamdani menentang serangan Amerika Serikat (AS) yang dibarengi dengan penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya sebagai upaya paksa “pergantian rezim.” Penolakan itu ia sampaikan langsung dengan menghubungi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

“Saya menelepon Presiden dan berbicara langsung dengannya untuk menyampaikan keberatan saya terhadap tindakan ini,” ujar Mamdani dalam konferensi pers pada Sabtu 3 Januari 2026, melansir TRT World.

Mamdani menjelaskan bahwa keberatannya berakar pada penolakan terhadap “pengejaran pergantian rezim” serta tindakan yang ia yakini melanggar hukum federal dan internasional yang seharusnya ditegakkan secara konsisten.

Sebelumnya pada hari yang sama, Mamdani mendeskripsikan operasi militer AS di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, sebagai “sebuah aksi perang” dan “pengejaran pergantian rezim secara terang-terangan.”

Melalui pernyataan yang diunggah di platform X, Mamdani mengaku telah menerima pengarahan (briefing) mengenai operasi AS tersebut serta rencana untuk memenjarakan Maduro dan Flores dalam tahanan federal di New York City.

Jejak Sejarah 3 Januari: Pertempuran Princeton hingga Pemindahan Ibu Kota ke Yogyakarta

Jejak Sejarah 3 Januari: Pertempuran Princeton hingga Pemindahan Ibu Kota ke Yogyakarta

Monumen Nasional

Memasuki hari ketiga pergantian tahun, sejumlah peristiwa bersejarah terjadi pada 3 Januari. Salah satunya adalah pemindahan Ibu Kota oleh Ir. Soekarno dari Jakarta ke Yogyakarta karena alasan keamanan, menyusul pendaratan pasukan Sekutu di Jakarta pada 1946.

Berikut rangkuman peristiwa yang terjadi pada 3 Januari, sebagaimana dikutip dari Wikipedia.org:

1. Pertempuran Princeton (1777)

Selama Revolusi Amerika, Pertempuran Princeton terjadi pada 3 Januari 1777 di dekat Princeton, New Jersey, satu minggu setelah Pertempuran Trenton. Jenderal George Washington, pemimpin Continental Army, memimpin pasukannya maju ke Princeton setelah kemenangannya di Trenton.

Pasukan Britania di bawah pimpinan Charles Cornwallis bersiaga dan mengejar pasukan Amerika, namun pasukan Continental Army membakar jembatan di belakang mereka dan menyerang pasukan Britania sebelum mundur. Pertempuran ini menewaskan 200 pasukan Britania dan melukai atau menangkap sekitar 300 lainnya, sedangkan pasukan Amerika hanya menderita kerugian kecil.

Malam Tahun Baruan di Bundaran HI, Pramono Sebut Donasi untuk Sumatra Tembus Rp2,5 Miliar

Malam Tahun Baruan di Bundaran HI, Pramono Sebut Donasi untuk Sumatra Tembus Rp2,5 Miliar

Malam Tahun Baruan di Bundaran HI, Pramono Sebut Donasi untuk Sumatra Tembus Rp2,5 Miliar (Danandaya)

 Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, merayakan malam pergantian tahun di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (31/12/2025). Acara malam pergantian tahun ini mengusung tema Jakarta Global City: From Jakarta with Love.

1. Donasi Bencana Sumatera

Tema ini dimaksudkan sebagai wujud empati dan kepedulian terhadap sesama bangsa yang tengah dilanda musibah. 

“(Tema) Ini kita ambil karena memang tema utama adalah bagaimana masyarakat Jakarta menyambut tahun baru dengan penuh atensi dan juga empati kepada masyarakat yang sekarang ini menghadapi musibah,” ucap Pramono kepada wartawan, Rabu (31/12/2025).

Dalam kesempatan itu, Pramono menyampaikan donasi yang dibuka Pemprov DKI Jakarta untuk masyarakat terdampak bencana Sumatra telah mencapai Rp2,5 miliar. Adapun masyarakat yang ingin menyumbang bisa menggunakan metode pembayaran QRIS.

“Dari hasil donasi yang terkumpul sampai dengan jam 22.40 WIB, terkumpul angka Rp2.513.679.558. Ini adalah sepenuhnya partisipasi masyarakat publik Jakarta dan kami untuk itu menyampaikan, mengucapkan terima kasih,” ucap dia. 

Kapolri Ungkap 10 Tantangan Global 2026, dari Perang Siber hingga Cuaca Ekstrem

Kapolri Ungkap 10 Tantangan Global 2026, dari Perang Siber hingga Cuaca Ekstrem

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

 Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan 10 tantangan utama yang bakal dihadapi bangsa Indonesia pada tahun 2026.

Sigit mengungkapkan, pada tahun 2025 Indonesia dihadapkan pada dinamika dan tantangan global yang semakin kompleks. Berdasarkan Global Risk Report 2025, terdapat 10 tantangan utama yang diperkirakan masih berpotensi berlangsung dalam 10 tahun ke depan.

“Yaitu cuaca ekstrem, kehilangan keanekaragaman hayati, perubahan sistem alam, kelangkaan sumber daya alam, misinformasi dan disinformasi, dampak negatif teknologi kecerdasan buatan (AI), ketimpangan, polarisasi sosial, spionase dan perang siber, serta polusi,” kata Sigit dalam sambutannya pada kegiatan rilis akhir tahun di Gedung Rupatama, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025).

Lebih lanjut, Sigit menyebutkan bahwa di dalam negeri, khususnya wilayah Sumatera, tercatat sejak 23 November 2025 terjadi bencana alam di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, dengan dampak 1.132 orang meninggal dunia dan 174 orang dinyatakan hilang.

“Pada saat yang sama, saat ini terdapat tiga sistem siklonik di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi, yaitu Siklon Bakung di sekitar Lampung, Bibit Siklon 93S di sekitar Bali, Nusa Tenggara, dan Jawa Timur, serta Bibit Siklon 95S di sekitar wilayah selatan Papua,” tutup Sigit.

Situasi Yaman Memanas, Kemlu Serukan Semua Pihak Tahan Diri

Situasi Yaman Memanas, Kemlu Serukan Semua Pihak Tahan Diri

Illustrasi Perang (foto: dok ist)

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan terus memantau secara seksama perkembangan situasi keamanan yang memburuk di Republik Yaman, khususnya di wilayah Hadramout dan Al-Mahrah.

“Indonesia mengikuti dengan seksama perkembangan situasi di Republik Yaman, termasuk di Hadramout dan Al-Mahrah,” tulis Kemlu RI melalui akun media sosial X @Kemlu_RI, Sabtu (27/12/2025).

Kemlu RI juga menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut, yang berpotensi memperburuk kondisi keamanan serta menambah penderitaan rakyat Yaman.

“Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri, menghentikan eskalasi, serta menghindari tindakan sepihak yang dapat mengganggu stabilitas,” tegas Kemlu RI.

Dalam konteks tersebut, Indonesia mencatat dan mengapresiasi upaya Kerajaan Arab Saudi bersama negara-negara terkait serta para pemangku kepentingan di Yaman dalam meredakan ketegangan dan memulihkan stabilitas.

“Indonesia menegaskan kembali pentingnya penyelesaian damai melalui dialog politik yang inklusif dan komprehensif di bawah koordinasi Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta selaras dengan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan, persatuan, dan integritas teritorial Yaman,” pungkas Kemlu RI.

Prabowo Ungkap Ada Upaya Hambat Penertiban Kawasan Hutan: Rakyat Dihasut, Preman Dibayar

Prabowo Ungkap Ada Upaya Hambat Penertiban Kawasan Hutan: Rakyat Dihasut, Preman Dibayar

Prabowo Ungkap Ada Upaya Hambat Penertiban Kawasan Hutan: Rakyat Dihasut, Preman Dibayar (Biro Pers Setpres)

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, dirinya mengetahui adanya berbagai pihak yang berupaya menghambat proses verifikasi dan penyelidikan penerbitan kawasan hutan yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH).

Prabowo menyampaikan hal itu saat menyaksikan penyerahan uang hasil denda atas pelanggaran administratif kawasan hutan di Gedung Bundar Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Rabu (24/12/2025).

“Tidak sedikit luas lahan, jumlah korporasi-korporasi yang melanggar, upaya-upaya korporasi-korporasi itu untuk menghambat verifikasi, menghambat menyelidikan, menghambat investigasi, upaya-upaya perlawanan, yang kita mengerti dan kita paham,” kata Prabowo.

Ia menjelaskan, berbagai upaya perlawanan tersebut dilakukan dengan beragam cara, mulai dari menghasut masyarakat hingga membayar preman untuk melawan petugas di lapangan yang berada jauh dari sorotan publik.

“Rakyat yang dihasut, preman-preman yang dibayar untuk menantang dan melawan petugas ini, di tempat yang jauh tidak terlihat oleh media, tidak terlihat oleh kamera, tidak terlihat oleh influencer-influencer, vlogger-vlogger dan sebagainya,” ucap Prabowo.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Prabowo menilai para penegak hukum tetap bekerja dengan penuh dedikasi dan tidak gentar menghadapi tekanan. Ia pun mengapresiasi kinerja Satgas PKH dan aparat penegak hukum yang berhasil mengambil alih kembali kawasan hutan dari perusahaan-perusahaan yang melanggar hukum.

“Saudara bekerja terus tanpa ragu-ragu. Karena kesetiaan saudara-saudara kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena cinta saudara kepada bangsa dan rakyat Indonesia,” tutur Prabowo.